Malam minggu malam yang panjang. Begitulah pepatah yang sering saya dengar sejak masih kecil. Malam yang asyik buat pacaran. Begitu lirik lagu jadul yang pernah saya dengar. Meski jadul, namun nyatanya lirik lagu itu masih relevan dengan kondisi saat ini. Kisah cinta selalu menghadirkan sesuatu yang baru. Setelah sebelumnya aku bertemu dengannya ditepi telaga, malam minggu kali ini aku lalui malam dengannya di pinggiran Empang yang lain.
Empang. Yah, aku suka sekali dengan empang. Bukan karena dulu cita-citaku menjadi pengusaha ikan air tawar, bukan. Namun aku selalu ingin berlama-lama ditepi empang. Bukan untuk mancing. Aku suka suasananya yang teduh dan menyejukkan hati.
Malam ini dia menggunakan T-Shirt Putih dan Jeans Panjang. Tampak cantik sekali. Kami langsung duduk pondok yang agak kumuh ditepian empang. Pondok ini bekas warung nasi yang saat ini tidak terpakai lagi. Empang yang terletak ditepian jalan raya ini, ramai oleh lalu lalang kendaraan. Kami segera menyeruput es kelapa muda yang kami beli sebelum berangkat kesini.
Satu pekan tidak bertemu dengannya tentu membuat aku rindu setengah mati. Tubuhnya yang wangi dan bibirnya yang selalu membuatku gila, selalu terbayang diotakku yang kotor. Aku segera meraih bahunya untuk menempel didadaku. Kami berpelukan begitu erat. Banyak hal yang kami bahas, namun tentu saja bukan seputarĀ kasus Gayus Tambunan. Kami hanya berbagi perasaan rindu yang begitu menyesakkan dada.
Aku berdiri ditepian empang. Ia pun ikut berdiri. Kami berpelukan sambil berciuman mesra. Lama sekali. Inilah saat-saat yang selalu kami nantikan; melepaskan rindu dengan berpelukan. Ditempat ini pula dulu kami pernah merajut kasih saat matahari tengah diatas kepala. Tapi kapan itu, aku lupa.
Cinta, kamu begitu berarti bagiku. Bagiku kamu ibarat sebuah tablet multivitamin yang selalu membantu dan menjaga kesehatanku. Kamu hadir disaat aku merindukan sosok seorang wanita yang bisa menghiburku. Aku butuh wanita yang cantik dan bisa aku ajak berdiskusi berbagai hal. Dan semua itu aku temukan pada dirimu yang meski masih terbilang muda, namun sudah mampu memahami apa yang aku inginkan.
Meski waktu kita terbatas lantaran kamu harus segera pulang (ditelpon nyokap), namun malam ini aku sangat bahagia sekali karena sudah dapat bersua denganmu meski hanya ditepian empang. Kini, empang yang luas menjadi saksi bahwa disinilah kita lepaskan kerinduan yang begitu dalam. Cinta, aku sayang kamu… nite